Langsung ke konten utama

PENGALAMAN MENGIKUTI SELEKSI KOMPETENSI DASAR (SKD) CPNS 2021 DI BADAN PEMBINAAN IDEOLOGI PANCASILA (BPIP)

    BPIP secara resmi mengeluarkan surat edaran berisi lowongan formasi yang tersedia pada tanggal 29 Juni 2021. Rata-rata setiap jabatan hanya membuka 1 sampai 2 lowongan saja, mungkin ini karena pemerintah ingin mengurangi jumlah PNS dan menggantinya dengan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Berikut dua dari beberapa persyaratan bagi pelamar:

-    -Tidak sedang menjadi pegawai dan tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, prajurit TNI, anggota Polri, dan Pegawai Badan Usama Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

-       - Memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;

    Mendengar dari para peserta seleksi ASN pada tahun-tahun sebelumnya, terdapat peserta yang gagal di seleksi pertama (seleksi administrasi) disebabkan oleh kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai dengan persyaratan. Misalkan si Budi lulusan S1 Ekonomi lalu ia melamar di jabatan yang mensyaratkan lulusan S1 Ilmu Ekonomi. Pada tahun ini banyak pertanyaan dari para peserta mengenai kualifikasi pendidikan. Ada instansi yang memperbolehkan namun adapula yang melarang. Jadi sebaiknya jika memiliki pertanyaan sebaiknya bertanya langsung pada instansi tempat kita melamar dan jangan percaya pada berita yang belum tentu kebenarannya.

    Tabel di atas merupakan rencana jadwal pelaksanaan seleksi secara keseluruhan dari mulai pengumuman seleksi ASN sampai usul penetapan NIP, namun pada realitanya lebih lama daripada rencana awal. Pada tanggal 2 Agustus 2021 pengumuman hasil seleksi administrasi sudah dapat dilihat. Hasilnya terdapat 6210 peserta yang lolos sedangkan 437 orang ditanyatakn tidak lolos karena tidak memenuhi syarat.

    Bagi peserta yang tidak lolos bisa meyanggah hasil dengan menyertakan bukti pada waktu masa sanggah yang telah ditentukan, penting bagi peserta untuk selalu update berita soal CPNS lewat akun resmi dari BPIP (Instagram maupun dari web BPIP) agar tidak ketinggalan informasi penting.

    Pada tanggal 26 Agustus 2021 BPIP mengeluarkan surat edaran mengenai jadwal pelaksanaan SKD bagi peserta yang lolos seleksi administrasi. Pelaksanaan SKD pertamakali dilakukan di Kantor Regional IV BKN Makassar pada 2 September 2021 dan terakhir di Jakarta dan Yogyakarta pada Sabtu, 9 Oktober 2021. Pelaksanaan tes dibagi menjadi 3 sesi: sesi 1 pukul  06.30 - 09.40 sesi 2 pukul  09.30 - 12.40 dan sesi 3 pukul  12.30 - 15.40 namun khusus untuk hari jumat hanya ada 2 sesi sesi 1 pukul 06.30 - 09.40 dan sesi 2 pukul  13.30 - 16.40. 

    Pelaksanaan SKD Jakarta awalnya dijadwalkan di BKN Pusat di Cililitan Jakarta Timur namun berubah di Gor Wira Yudha Depok. Saya berangkat dari rumah pukul 11 naik KRL dari stasiun Palmerah ke Pondok Cina, perjalanan memakan waktu 1,5 jam, dari st Pondok Cina saya memesan ojek online menuju Gor Wira Yudha. Sepertinya Gor Wira Yudha merupakan markas TNI karena di sana ada banyak TNI dan saat saya sedang melaksanakan tes terdengar beberapa kali suara tembakan (hal ini menguji konsentrasi dan fokus peserta hehe).


    Ojol menurunkan saya di depan pos jaga TNI lalu para peserta harus berjalan kaki beberapa menit untuk sampai ke lokasi tes. Saat sampai para peserta berbaris untuk mencuci tangan dan pengecekan suhu lalu duduk di kursi di dalam tenda, sejujurnya saya merasa sangat haus, panas dan sesak karena berjalan cukup lama sembari memakai dua masker (1 masker medis dan 1 masker kain) di siang hari yang terik. Setelah itu dilakukan pengecekan berkas (kartu peserta, KTP, hasil Antigen negatif Covid-19, dan surat deklarasi sehat), selanjutnya dilakukan penecekan KTP, scan barcode pada kartu peserta ujian dan tes wajah ke kamera. Jika lolos maka akan diberikan nomor pin untuk mengerjakan soal dan nomor untuk penitipan tas. Para peserta di cek tubuhnya (tidak boleh memakai perhiasan, jam tangan, gesper) dan hanya boleh membawa kartu peserta, pensil, dan KTP lalu duduk di tenda terakhir untuk mendengar dan melihat tata cara pelaksanaan SKD yang ditampilkan di layar TV. Setelah semua peserta tes selesai melakukan pengecekan administrasi lalu diarahkan ke dalam GOR untuk melakukan tes serentak.

    Tiap peserta disediakan 1 buah laptop, mouse, dan kertas untuk corat-coret. Waktu pengerjaan tes ialah 100 menit untuk mengerjakan 110 soal. Jika sudah selesai maka hasil tes langsung keluar di layar laptop, saya mencatat hasil skor yang saya dapat di balik kartu peserta ujian lalu saat keluar ujian kertas corat-coret harus dibuang agar tidak ada yang menyalahgunakan. Alhamdulillah saya masuk 10 besar skor tertinggi pada sesi itu.

               Saran saya bagi para peserta ujian sebaiknya makan sebelum berangkat karena waktu tunggu cukup lama saat pemeriksaan berkas dan sebaiknya membawa minum karena jika dehidrasi maka akan sulit untuk fokus untuk mengerjakan 110 soal, yang tidak kalah penting jangan berhenti untuk berdoa.

    Saya kira sampai sini pengalaman yang bisa saya bagikan, saya mohon doanya supaya saya lolos CPNS tahun ini, aminnn…. 😊



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gagal Masuk PTN tahun ini? Jangan Takut Untuk Mencoba Tahun Depan

Halo...Gue lulus SMA tahun 2015 dan lolos SIMAK UI tahun 2016. Gue mau berbagi cerita tentang perjuangan gue masuk PTN. Semua berawal dari Festival Budaya UI Pertama kali gue dateng ke Universitas Indonesia buat nonton teater, kesana naik kereta api bareng temen. Keliling UI itu seru! Kampusnya adem karena banyak pohon udah gitu perpustakaannya luas, dan gue juga suka ke jembatan teksas pokoknya UI itu kampus idaman menurut gue.  Kesan pertama buat UI adalah sumpah ini kampus keren banget dan gue langsung jatuh cinta sama UI dan sejak saat itu gue bertekad   buat kuliah di UI. Setelah itu gue searching di google untuk mengetahui lebih jauh tentang UI terutama tentang biaya kuliah, nah... kesasarlah gue di artikel di blog zenius yang berjudul Lika LikuMahasiswa Universitas Indonesia . Artikel ini bikin gue makin cinta sama UI. Saking cintanya sampe kebawa mimpi wkwkw ini serius, gue juga jadi suka sama benda-benda yang berwarna kuning. Te...